Mengatasi Masalah Kehidupan

PERJALANAN hidup dan kehidupan setiap orang tidak berjalan dengan mulus dan lurus. Bagaikan melakukan perjalanan dari satu kota ke kota lainnya, jalan yang dilewati tidak mungkin lurus dan mulus. Terkadang jalan tersebut rusak, terkadang menanjak atau menurun, terkadang lancar atau macet. Demikianlah warna-warni kehidupan ini.

Semua orang pasti pernah mengalami masa-masa yang menyenangkan dan membahagiakan. Lulus ujian, mendapat pekerjaan, promosi jabatan, naik gaji, bertemu pasangan hidup, dan sebagainya. Namun di sisi lain, semua orang pasti mempunyai masalah kehidupannya masing-masing. Memang demikian kenyataan dari kehidupan ini.

Semua orang tidak mengharapkan masalah dalam perjalanan hidupnya. Semua orang berharap agar masalahnya segera berakhir, selesai. Sehingga kehidupan yang dijalankan akan lebih tenang dan tenteram. Namun banyak juga yang seakan-akan memasuki lorong gelap, masalah kehidupan datang silih berganti. Bak kata pepatah; sudah jatuh tertimpa tangga.

Bagaimana menghadapi masalah kehidupan tersebut? Dua puluh enam abad silam, Buddha telah menjelaskan tentang hidup dan kehidupan serta ajaran kebenaran lainnya. Buddha menjelaskan apa adanya, tanpa menutup-nutupi kenyataan yang ada. Buddha menjelaskan kondisi sesungguhnya dan kehidupan ini, penyebab segala masalah yang ada, dan cara untuk mengatasi sehingga bisa mengakhiri masalah.

Hidup ini diwarnai dengan perubahan terus-menerus, anicca, tidak kekal pada semua kehidupan yang berkondisi. Perubahan ini akan menimbulkan kesedihan, isak tangis, duka, dan seterusnya. Semua ini karena tidak ada inti atau yang disebut aku. Inilah caranya kehidupan yang sebenarnya.

Buddha juga menjelaskan bahwa kehidupan setiap makhluk tidak bisa dilepaskan dari hukum kamma. Setiap makhluk, termasuk diri kita, terakhir dari kamma kita sendiri dan berhubungan dengan kamma kita sendiri. Apa pun yang terjadi dalam kehidupan ini tidak lepas dari akibat perbuatan yang sudah kita lakukan sebelumnya. Ketika kehidupan menyenangkan, mungkin kita sedang memetik buah kamma baik. Sebaliknya, ketika kehidupan tidak menenangkan, mungkin kita sedang memetik buah kamma buruk.

Hampir semua orang mengetahui tentang hukum tersebut. Banyak orang yang mendiskusikan dalam kehidupan. Hukum kesunyataan; yang tidak lapuk oleh waktu, berlaku kapan saja dan di mana saja serta pada setiap makhluk di alam kehidupan. Namun, ketika masalah datang dalam kehidupan, apakah kita masih ingat dengan hukum tersebut?

Banyak orang yang merasa mempunyai masalah dalam hidup akan berusaha untuk menghilangkan masalahnya dengan berbagai cara. Ada orang yang berusaha mencari bantuan dari keluarga atau kawan dekat. Ada orang yang meminta bantuan kepada makhluk yang tidak terlihat dengan berkunjung ke tempat yang dianggap keramat, berdoa di tempat tersebut atau minta petunjuk lainnya. Ada pula yang mencari paranormal, dukun, orang pintar, dan seterusnya. Pada prinsipnya, apa pun yang dilakukan, mempunyai tujuan yang sama; agar masalahnya segera berakhir.

Sejak zaman dahulu, orang berusaha dengan berbagai cara mengatasi masalahnya dengan cara-cara yang lebih singkat dan mudah. Padahal semua cara tersebut belum tentu dapat mengatasi masalah Anda. Tidak ada tempat bagi kita untuk bisa bersembunyi atau bebas dari akibat perbuatan buruk yang pernah kita lakukan. Semuanya pasti akan kita terima, sekarang atau di waktu mendatang.

Dhamma telah mengajarkan kita untuk mengatasi akibat perbuatan buruk yang muncul dengan lebih banyak melakukan perbuatan baik, sehingga ”rasa” perbuatan buruk melemah. Bagikan sesendok garam yang dimasukkan ke dalam segelas air, akan membuat air terasa asin. Bila air yang ada seluas danau, maka sesendok garam tidak akan membuat air danau menjadi asin.

Ketika kehidupan terasa berat jalan terasa berliku dan naik-turun, tetaplah pada jalan Dhamma dengan melakukan lebih banyak perbuatan baik dan berusaha untuk tidak melakukan perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Semoga kamma baik yang Anda lakukan dapat memberikan kemudahan dan kebahagiaan dalam hidup. (Dhana Putra) BP

Iklan