Diwali/Deepavali

Mengenal Diwali/Deepavali, Salah Satu Hari Raya Terbesar Umat Hindu di India
Terakhir diperbaharui pada 3 November 2013 oleh Candra Wiguna

Diwali atau Deepavali merupakan salah satu hari raya terbesar umat Hindu di India yang dirayakan pada bulan Aswayuja menurut kelender Caka Hindu atau sekitar bulan Oktober-November pada kalender Gregorian. Perayaan ini digelar selama 5 hari berturut-turut dengan menyalakan berbagai cahaya sehingga dikenal sebagai Festival Cahaya. Diwali sendiri berasal dari bahasa sansekerta yang artinya “barisan cahaya”.

Perayaan Diwali umumnya tidak hanya berlangsung di India tapi juga di seluruh dunia dimana orang-orang keturunan India tinggal, termasuk di Malaysia dan Singapura, dan tidak hanya khusus pada umat Hindu, mereka yang beragama Jainisme dan Sikh juga merayakan festival ini sebagai bagian dari tradisi yang patut dilestarikan.

Makna Perayaan Diwali

Seperti halnya perayaan Galungan di Bali, hari raya Diwali juga dimaknai sebagai perayaan kemenangan kebaikan (dharma) atas kejahatan (adharma), dimana kebaikan dilambangkan dengan cahaya sedangkan kejahatan dilambangkan dengan kegelapan.

Ada beberapa kisah baik dalam Ramayana maupun Mahabharata yang sering dikaitkan dengan perayaan Diwali, diantaranya:

Cerita kembalinya Rama setelah 14 tahun mengalami pengasingan, dimana pada saat itu rakyat Kerajaan Ayodya menyalakan cahaya dari mentega untuk menyambut kedatangannya.
Cerita terbunuhnya seorang yang jahat bernama Narakasura oleh istri Krishna yang bernama Satyabhama pada masa dwapara yuga.
Cerita kembalinya Pandawa setelah mengalami pengasingan selama 12 tahun di Hutan Kamyaka dan 1 tahun penyamaran di Kerajaan Wirata
Khusus bagi penganut Jainisme, perayaan Diwali menjadi sangat penting karena hari ini adalah hari dimulainya tahun Jain, tahun kalander khusus bagi penganut Jainisme.

Kegiatan Diwali

Perayaan Diwali berlangsung selama 5 hari mulai tanggal 28 Aswayuja, namun sebelum perayaan berlangsung umumnya orang-orang sudah melakukan persiapan, mulai dari menyiapkan sumber cahaya (eg: lilin, lentera, dan kembang api), makanan dan kue, hingga membeli pakaian baru. Adapun perayaan yang dilakukan selama 5 hari tersebut adalah: Dhanatrayodashi, Naraka Chaturdashi, Lakshmi Puja, Bali Pratipada dan Govardhan Puja, serta yang terakhir adalah Yama Dwitiya atau Bhaiduj.

Obama Merayakan Diwali
Obama Merayakan Diwali
Pada hari perayaan ini, orang-orang dengan pakaian terbaiknya akan saling berkumpul dan bersilahturahmi untuk memperkuat tali persaudaraan. Mulai menjelang malam orang-orang akan menyalakan api diya dan lentra pun dipasang di setiap depan rumah serta kembang api mulai dinyalakan. Tidak hanya itu orang-orang juga akan saling memberi hadiah satu sama lain serta ada pembagian kue khas India yang bernama mithai.

Di Indonesia sendiri perayaan Diwali kurang begitu dikenal, dalam sejarahnya bahkan tidak pernah ada perayaan semacam ini. Festival yang mirip dan bermakna sama dengan Diwali adalah Galungan, namun tradisi Galungan dihubungkan masyarakat Bali dengan kekalahan Mayadenawa sebagai tokoh jahat atas Dewa Indra. Ini menjadi bukti bahwa Hindu bukan hanya sekedar ritual namun lebih pada pemaknaan konsep yang disesuaikan dengan kultur dan sejarah masyarakatnya.

Iklan