BerSATU dng Tuhan atau Disisi-Nya ???

Dalam pemahaman Hindu khususnya kitab2 esoteris, Upanishad, kita memahami bahwa Seluruh ciptaan-Nya(Badan/Prakerti) berasal dari Tuhan(Brahman) dan Tuhan sendiri masuk kedalam Ciptaan-Nya(Prakerti) yg menjadi Individu2(Jivatman) berbeda. (Taittiriya Upanisad 6.1, Katha Upanisad 2.2.10). Atau dapat dikatakan di Upanisad lain bahwa Tuhan/Brahman dianalogikan sebagai Seorang Jālavān (Magician/Pesulap) yg mengeluarkan kekuatan Illusi-Nya atau Maya-Nya dan bermain di dalam berbagai jenis panggung Illusi-nya.(Svetasvatara 3.1).

Pernah menonton Film Ant-Man keluaran Marvel?. Dia dapat berubah dr Besar menjadi Kecil. Apakah Dia besar dan kecil berbeda???. Tidak, Dia tetap dengan Identitasnya sebagai Ant-Man. Demikian Tuhan Yang bergelar Maha Kuasa(Brahman), Dia membagikan diri-Nya atau percikan-Nya menjadi banyak. Dia sedang bermain dengan diri-Nya, masuk kedalam ciptaan-Nya(illusi/Maya-Nya) yg beraneka ragam. Tetapi identitas Dia besar dan Dia kecil adalah sama, SATU (Eka) dan BANYAK adalah SAMA.

Jika didalam evolusi permainan-Nya selesai, maka Dia tetaplah Tuhan/Brahman Yang Agung. “brahmaiva san brahmapyeti”, “Karena Dia Brahman, maka Dia kembali kepada Brahman(diri-Nya)” ~Brhad-Arayaka Upanisad. 4.4.6.
Atau dalam Isa Upanishad 1 dikatakan Bahwa Brahman adalah Purnam(Sempurna), mau “diapakan” tetaplah Brahman, Purnam, Sempurna.
Oleh karena itu pada pandangan Kitab Upanishad ini, kita seyogyanya jika terjadi belasungkawa, tidak dibenarkan mendoakan dng mengatakan semoga diterima di sisi-Nya. Ini Tidaklah benar.

Sesungguhnya fenomena keberadaan/kehidupan ini adalah karena Permainan Tuhan/Brahman, LILA-Nya. “Lokavattu Lilakaivalyam” ~Brahma Sutra 2.1.33

Selamat Galungan dan Kuningan.
OM Namah Shivaya.

20171028_164044.png

Iklan