Punarbhawa (Samsara)

Umat se-dharma, bahwa keyakinan agama Hindu yang keempat yaitu Punarbhawa dalam Panca Sraddha. Punarbhawa itu berasal dari dua kata yaitu Punar (lagi), dan bhawa (menjelma atau lahir). Jadi Punarbhawa adalah kelahiran yang berulang-ulang yang disebut juga dengan sebutan penitisan atau samsara.

Dalam kitab suci Weda disebutkan menjelmanya Jiwatman yang berulang-ulang di dunia ini atau di jagat raya atau alam semesta ini akibat suka dan duka. Punarbhawa ini kejadian atau adanya Jiwatman masih bisa dipengaruhi oleh kenikmatan duniawi dan kematian akan menyusul adanya kelahiran.

Ada di dalam kitab Bhagawad Gita Sang Krisna berkata : E, Arjuna kamu dan saya sudah lahir berulang-ulang sebelumnya ini, hanya saya yang mengetahui kamu tidak tahu; kelahiran sudah semestinya akan didahului adanya kelahiran. Jadi anaku kita semua sudah tahu bahwa semua perbuatan itu menyebabkan ada yang harus diingatkan (wasana), perbuatan (karma wasana) itu akan banyak warnanya.

Sepertinya: jiwa waktu mati ada peninggalan hidup yang dialami oleh jiwatman di alam sunya itu masih punya hubungan dengan kemewahan hidup. Kalau jiwatman tidak ada yang ketinggal tentang perbuatannya maka jiwatman akan menyatu dengan Sang Hyang Widhi Wasa. Jiwatman sadar bahwa hakekatnya Atman yang sama dengan Sang Hyang Widhi Wasa dan akan mencapai kesempurnaan yang terakhir yaitu Moksa.

Demikian kelahiran kembali ini akan selesai apabila manusia bisa sadar dan mewujudkan sifat Atman yang sejati yaitu suci langgeng dan sempurna. Pada tataran ini manusia sudah bebas dari keduniawian dan mendapatkan Moksa, tidak akan lahir lagi ke dunia ini.

Oleh Aris Widodo
dari sebuah group Whastapp