Ksama: tumbuhkan sikap saling memaafkan

Ksama: Tumbuhkan sikap saling Memaafkan Umat se-dharma, jika kita renung renungkan, manakala kita Membenci orang lain sama nilainya dengan kita meminum racun, membuat hidup   akan terbebani secara  terus menerus selama belum bisa  memaafkannya dan akan terus menempati ruang di hati kita secara gratis. tumbuhkan sikap saling memaafkan/ Ksama Sulit rasanya  orang bisa memaafkan orang lain … Lanjutkan membaca Ksama: tumbuhkan sikap saling memaafkan

Iklan

Sat Karma

02/01/2019 Umat se-dharma, Bila cinta kasih yang mengisi pikiran, dia akan menjelma menjadi kebenaran, tat kala cinta kasih menyatakan dirinya dalam bentuk kegiatan maka ia menjadi Dharma atau kebajikan demikian pula bila perasaan diliputi oleh cinta kasih maka ia akan menjadi perwujudan kedamaian Santih Pada hakekatnya melaksanakan cinta kasih itu sesungguhnya adalah Dharma, berpikir cinta … Lanjutkan membaca Sat Karma

Avidya: sumber dari Kesengsaraan

Mutiara weda 02/09/2018 Avidya: sumber dari Kesengsaraan Umat se-dharma, salah satu musuh manusia dalam alam samsara ini adalah Avidya atau kebodohan, suka maupun duka yang dialami pangkalnya adalah kebodohan. Kebodohan ditimbulkan oleh loba atau keinginan, sedangkan loba (keinginan hati) itu, kebodohanlah asalnya, dan Orang yang dicekeram oleh kebodohan dapat dipastikan akan melakukan perbuatan buruk atau … Lanjutkan membaca Avidya: sumber dari Kesengsaraan

Tri Semaya

Mutiara Weda 06/ 08 /2018 Tri Semaya Umat se-dharma, Dalam sistem filsafat Hindu ada tiga konsep ruang waktu yang berorientasi pada kelangsungan kehidupan umat manusia dari masa ke masa yang di sebut Tri Semaya. Tatkala, orang bijak terhadap apa yang terjadi di masa lalu, dan menjaga apa yang ada sekarang, serta bisa mengantisipasinya apa yang … Lanjutkan membaca Tri Semaya

Bhagawad Gītā 2.60

Oṁ Svastyastu Bhagawad Gītā 2.60 yatato hy api kaunteya puruṣasya vipaścitaḥ, indriyāṇi pramāthīni haranti prasabham manaḥ. Walaupun seorang yang budiman telah berusaha sekuat tenaga, wahai Arjuna, indra-indrianya yang liar akan memaksa menyeret pikirannya dengan kuat. Bhagavad Gītā 2.61 tāni sarvāṇi saṁyamya yuktā āsīta mat-paraḥ, vaśe hi yasyendriyāṇi tasya prajña pratiṣṭhitā. Setelah dapat menguasai semua ini, … Lanjutkan membaca Bhagawad Gītā 2.60

Banten Prayascita: Perlambag “Tapa Manasa”

Mutiara Weda 27/07/2018 Banten Prayascita: Perlambag "Tapa Manasa" Umat se-dharma, Banten prayascita yang menyertai setiap pelaksanaan upakara Yadnya sebagai bahasa Mona mengandung makna Pensucian Pikiran atau Tapa Manasa dari unsur Panca Mala Pensucian Pikiran / Tapa Manasa dari berbagai kekotoran / Panca Mala yaitu : Sarwa rogha: segala penyakit. Sarwa vighna: segala halangan. Sarwa Satru: … Lanjutkan membaca Banten Prayascita: Perlambag “Tapa Manasa”