Anyekung Jnana

Mutiara Weda 24/12/2017 Setiap umat manusia haruslah menyadari bahwa Segala bentuk praduga & prasangka terhadap orang  lain harus dihilangkan, Selama  jiwa masih dibelenggu oleh  prasangka dan praduga niscaya  tidak akan pernah  mendapatkan Kenyamanan, ketenangan & kedamaian bathin. Manakala nilai - nilai dharma meredup dan bahkan  luntur dalam kehidupan umat manusia maka  dapat dipastikan keributan dan kekacauan  … Lanjutkan membaca Anyekung Jnana

Iklan

Sura Dira jayengningrat Lebur dening Pangastuti

Mutiara Weda 23/12/2017 Setiap umat manusia haruslah menyadari bahwa  Kesabaran dan ketabahan Ksama merupakan sifat bijak dan mulia yang harus tertanam pada setiap umat manusia dalam membangun kualitas spiritual, yang mengandung kekuatan  dalam menangkal nafsu  Angkara murka. Segala sifat keras hati, yang penuh  angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar. Suro … Lanjutkan membaca Sura Dira jayengningrat Lebur dening Pangastuti

Tiga Kerangka Dasar Ajaran Hindu

Mutiara Weda 04//12/2017 Bagi setiap umat Hindu hendaklah memahami bahwa, di Dalam Pustaka suci Weda  tertuang tiga kerangka dasar dalam berpikir agama Hindu yang terintegrasi  menjadi  satu kesatuan utuh  yang dikenal dengan nama TRI JNANA SANDI. Tiga Kerangka Dasar Ajaran Hindu tersebut Tatwa menjadi  landasan teologi dari semua bentuk pelaksanaan keagamaan Hindu . SUSILA,  menjadi landasan … Lanjutkan membaca Tiga Kerangka Dasar Ajaran Hindu

Swastika: Lambang suci Agama Hindu

Mutiara Weda 03/12/2017 Setiap umat Hindu hendaknya memahami bahwa simbol agama Hindu Swastika sebuah simbul suci yang mengandung makna kedamaian dan keharmonisan jagad dalam menjalankan ajaran "Catur Dharma" Dalam mewujudkan kedamaian dan Keharmonusan di dasari pada Empat kewajiban yang tertuang dalam Catur Dharma, Dharma krya; melaksanakan Swadharma dengan tekun berbuat berdasarkan pelayanan dan pengabdian Seva. Dharma … Lanjutkan membaca Swastika: Lambang suci Agama Hindu

Santi Parwa

Renungan malam minggu. Sebuah catatan tentang itihasa (Santi Parwa) Setelah upacara penyucian arwah para pahlawan, yudistira duduk dengan sedih. Ia merasa berdosa karena dia telah menyebabkan beribu – ribu orang kehilangan suami, kehilangan ayah atau kehilangan anak tempat menggantungkan harapan. Ia lalu berkata kepada bima “oh bima, aku akan pergi bertapa untuk menebus dosa – … Lanjutkan membaca Santi Parwa

Bhakti, Parama Prema Bhakti dan Prapatti Bhakti

Mutiara Weda 22/11/2017 Setiap umat Hindu hendaknya menyadari bahwa jalan  Bhakti  marga yaitu penyerahan diri secara tulus sebagai salah satu sarana atau jalan untuk mendekatkan diri kehadapan Sang Maha Pencipta. Jalan Bhakti yang dilandasi dengan rasa kasih sayang yang mendalam, total dan sepenuhnya disebut Parama Prema Bhakti. Sedangkan rasa Bhakti kehadapan Hyang Widhi dengan cara … Lanjutkan membaca Bhakti, Parama Prema Bhakti dan Prapatti Bhakti